
Dosen Magister Ilmu Pertanian Universitas Alkhairaat Palu Presentasikan Riset Visioner pada IPPS 2025 di Yogyakarta
Yogyakarta – Dosen Program Magister Ilmu Pertanian Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, Dr. Ir. Ratnawati, M.P, tampil sebagai presenter pada International Conference on Plant Protection (IPPS 2025) yang berlangsung pada 4–5 Desember 2025. Kegiatan internasional ini mengusung tema besar “Redesigning the Future of Plant Protection: Strengthening Collaboration for Future Resilience and Food Sovereignty.”
International Conference on Plant Protection (IPPS 2025) adalah konferensi ilmiah internasional yang membahas perlindungan tanaman, mencakup penyakit tanaman, hama dan pengendaliannya, bioteknologi dan agen hayati,
ketahanan pangan, serta kolaborasi riset untuk keberlanjutan pertanian.
Ajang ini mempertemukan peneliti, dosen, ilmuwan, dan praktisi dari berbagai negara untuk mempresentasikan hasil penelitian terbaru dan memperkuat jaringan ilmiah global
Konferensi IPPS 2025 menjadi ruang strategis bagi para ilmuwan dan akademisi untuk memperkuat kolaborasi penelitian guna menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan. Dalam forum ilmiah bertaraf internasional tersebut, Dr. Ratnawati memaparkan hasil riset visionernya berjudul:
“Harnessing Rhizosphere Fungi from Cocoa Ecosystems as Sustainable Biocontrol Agents Against Vascular Streak Dieback Pathogen (Ceratobasidium theobromae).”
Riset ini memberikan perspektif baru mengenai potensi besar jamur-jamur rhizosfer dari ekosistem kakao sebagai agen hayati ramah lingkungan untuk mengatasi penyakit Vascular Streak Dieback (VSD). Temuan tersebut membuka harapan baru bagi keberlanjutan ekosistem kakao Indonesia, bahwa solusi atas persoalan penyakit tanaman dapat ditemukan langsung dari tanah yang sama—di antara mikroorganisme yang berperan sebagai penjaga alami kehidupan.
Kehadiran Dr. Ratnawati sebagai presenter pada konferensi internasional ini menjadi bukti nyata kontribusi ilmiah Unisa Palu dalam percakapan global mengenai perlindungan tanaman, inovasi biokontrol, serta penguatan kedaulatan pangan berkelanjutan. Melalui karya penelitian tersebut, Unisa Palu terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pertanian yang adaptif terhadap tantangan masa depan


